Skip to main content

Mencengangkan!! Renungan, Papa Kembalikan Tangan Ita.

Sebuah dongeng untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran. Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami memukul. Khususnya pada bawah umur yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik, mungkin sudah hingga waktunya untuk badan-badan kebajikan educate org Malaysia untuk praktekkan konsep ‘time out” bila bawah umur buat salah.

 Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami memukul MENCENGANGKAN!! Renungan, Papa Kembalikan Tangan Ita.
 Begini dongeng nyatanya:

Sepasang suami isteri ibarat pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan bawah umur untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, wanita berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, ia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari ia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen kawasan kendaraan beroda empat ayahnya diparkirkan tetapi alasannya yaitu lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Sahabat anehdidunia.blogspot, dicobanya pada kendaraan beroda empat gres ayahnya. Ya… alasannya yaitu kendaraan beroda empat itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun menciptakan coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke kawasan kerja alasannya yaitu ada perayaan Thaipusam sehingga jalanan macet. Setelah penuh coretan yg sebelah kanan ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah. http://anehdidunia.blogspot.com

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat kendaraan beroda empat yang gres setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini?” Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, ia terus menyampaikan ‘Tak tahu… !” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kamu lakukan?” bentak si isteri lagi.Si anak yang mendengar bunyi ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.

Dengan penuh manja ia berkata “Ita yg menciptakan itu papa…. anggun kan!” katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja ibarat biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan sanksi yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul ajudan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu.
http://anehdidunia.blogspot.com

Sambil menyiram air sambil ia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan ketika luka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, ia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu.

Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam…
” jawap pembantunya ringkas.”Kasih minum panadol ,” jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur ia menjenguk kamar pembantunya. Sahabat anehdidunia.blogspot, Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, ia menutup lg pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu tubuh Ita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu.

Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke hospital alasannya yaitu keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu.

  Sebagai ibu kita patut juga menghalangi perbuatan suami memukul MENCENGANGKAN!! Renungan, Papa Kembalikan Tangan Ita.

“Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan semoga kedua tangan anak itu dipotong alasannya yaitu gangren yang terjadi sudah terlalu parah. “Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg sanggup dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.
http://anehdidunia.blogspot.com

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

“Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.” katanya berulang kali menyebarkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

“Ita juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus menyebarkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.

“Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita kesepakatan tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita kesepakatan tdk akan mencoret2 kendaraan beroda empat lagi,” katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 ia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada insan sanggup menahannya.

Baca juga Tetap hidup Setelah Dieksekusi Mati


Dapatkan Update Terbaru dari Kami Gratis atau Mau Berkomentar? Silahkan Follow Twitter Blog ini @blackberrism atau