Sebuah Renungan kisah yang mungkin sanggup sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang bau tanah kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang bau tanah kita kini yang semenjak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk menciptakan kita selalu tersenyum dan bahagia.

Kisah inspiratif ini dibentuk oleh sebuah perusahaan asuransi di Thailand. Berikut ini videonya, Sahabat anehdidunia.com, supaya sanggup menciptakan kita selalu ingat dengan kedua orang bau tanah yang selalu menyayangi kita selamanya. silahkan liat video yang sangat menciptakan kita terenyuh.
Sebuah Renungan Bagi Kita Semua Aku memiliki pasangan hidup… Saat senang saya cari pasanganku Saat murung saya cari orang bau tanah Saat sukses saya ceritakan pada pasanganku Saat gagal saya ceritakan pada bapak Saat senang saya peluk dekat pasanganku Saat murung saya peluk dekat ibuku Saat liburan saya bawa pasanganku Saat saya sibuk, anak kuantar ke rumah bapak Saat sambut valentine, selalu beri hadiah pada pasangan. Saat sambut hari ibu, saya cuma ucapkan “Selamat Hari ibu” Selalu saya ingat pasanganku Selalu ibu yang ingat aku. Setiap dikala saya akan telpon pasanganku Kalau inget saya akan telpon orang tuaku Selalu saya belikan hadiah untuk pasanganku Entah kapan saya akan belikan hadiah untuk ibu Renungkan : “Kalau kamu sudah habis mencar ilmu dan berkerja… bolehkah kamu kirim uang untuk orang tuamu? Ibu tidak minta banyak, lima puluh ribu sebulan pun cukuplah”. Berderai air mata jikalau kita mendengarnya . . . Tapi kalau mereka sudah tiada . . . Papa . . Mama . . Aku Rindu . . . . Sangat Rindu . . . Silahkan bagikan artikel membangun ini dengan teman atau saudara anda lewat tombol share dibawah blog anehdidunia.comt ini. supaya kita semua lebih menyayangi orang bau tanah kita.
Comments
Post a Comment