Batu mulia berwarna hijau dengan corak hitam dibeberapa bagiannya ialah keunikan dari batu bacan yang dipercaya mempunyai unsur magis, kini ini tengah melejit keberadaanya. Sebutan lain dari kerikil mulia itu ialah kerikil giok dari Indonesia yang semakin hari semakin dicari bahkan hingga ke luar negeri.
![]() |
| Bahan Batu Bacan |
Batu Bacan - berdasarkan kabar yang diterima Batu Bacan merupakan batu mulia yang hidup. Itu dikarenakan warna kerikil Bacan yang berubah-rubah (masih proses). Batu Bacan yang tidak berubah lagi disebut SUPER dan Batu Bacan yang SUPER lebih transparan kalau disinari dengan senter atau semacamnya. Warnah kerikil bacan sanggup berubah tidak menentu dan sulit diperkirakan. Dalam Batu bacan mengandung Mineral CRYSOCCOLLA. Chrysocolla berasal dari Bahasa Yunani, terdiri dari dua kata yaitu Chryso (emas) dan Colla (lem). Dinamakan Chrysocolla alasannya dulunya mineral ini banyak dipakai oleh tukang emas untuk materi soldier/patri. Di Romawi perekat yang terbuat dari Chrysocolla disebut santerna yang dipakai untuk mengelas/menyambung/menempelkan keping – keping emas. Istilah penyebutan Chrysocolla pertama dipakai oleh seorang filsuf sekaligus hebat botani Yunani yang berjulukan Theophratus pada tahun 315 sebelum masehi.
Sejarah Batu Bacan
![]() |
| lokasi tambang dan hasil kerikil bacan |
Batu bacan sudah dikenal semenjak tahun 1960an. Batu bacan terdapat di pulau Kasiruta bukan pulau Bacan, alasannya sentra pemerintahan terdapat di Labuha, pulau Bacan maka kerikil tersebut dinamai kerikil bacan. Pada masa itu, jenis kerikil bacan yang digemari masyarakat ialah warna hati hiu, kembang super dan warna biru.
Mata pencaharian masyarakat di pulau Kasiruta sebagai petani yang pergi ke kebun mencari damar. Kadang mereka menemukan kerikil bacan di sungai atau erosi (gunung yang longsor). Petani yang menemukan kerikil bacan biasanya menukar kerikil bacan dengan barang-barang sembako. Pada tahun 1990an kerikil bacan berbentuk bongkahan kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura (yang nilainya ditukar Rupiah pada masa itu sebesar 7 juta ).
Bapak pemilik kerikil bacan berjulukan Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Sekarang desa Palamea sudah menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat. Pembelian oleh orang singapura dengan harga kerikil bacan yang masa itu cukup tinggi menjadikan kerikil bacan sudah mulai dikenal di kalangan penggemar kerikil mancanegara.
Selesai kerusuhan, sekitar tahun 2005 kerikil bacan mulai banyak peminat. Pembeli yang sangat berminat dengan kerikil bacan ialah kalangan dari Suku Tionghoa. Mereka membeli kerikil bacan dengan warna hijau dan biru. Warna yang sangat digemari dan sangat mahal ialah warna hijau dan biru.
Batu bacan warna merah juga mereka cari tetapi sangat sulit didapatkan kerikil bacan warna merah. Mulai tahun 2009 hingga sekarang, pembeli suku Tionghoa dari Jakarta dan Luar Negeri tiba langsung membeli bongkahan kerikil bacan ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta dengan harga yang sangat mahal hingga ratusan juta lebih. Sekarang ini, bongkahan kerikil bacan sudah sulit didapat.
Ada penambang kerikil bacan mencari kerikil bacan sanggup mendapat 1-2 minggu, ada juga selama berbulan-bulan tidak mendapat kerikil bacan di lokasi. Penambang kerikil bacan selain penduduk lokal, ada juga yang berasal dari Manado, tetapi mereka tidak bertahan usang alasannya ongkos hidup penggalian sangat besar dan medan/ lokasi penambangan sangat sulit. Ada penambang kerikil bacan yang meninggal jatuh korban karena tertimpa batu, tertimpa pohon, dan ada juga yang sakit.
Mata pencaharian masyarakat di pulau Kasiruta sebagai petani yang pergi ke kebun mencari damar. Kadang mereka menemukan kerikil bacan di sungai atau erosi (gunung yang longsor). Petani yang menemukan kerikil bacan biasanya menukar kerikil bacan dengan barang-barang sembako. Pada tahun 1990an kerikil bacan berbentuk bongkahan kurang lebih 10 kg dengan jenis super pertama kali dibeli oleh turis dari Singapura dengan uang ribuan dolar Singapura (yang nilainya ditukar Rupiah pada masa itu sebesar 7 juta ).
Bapak pemilik kerikil bacan berjulukan Anongko Golf tinggal di desa Palamea, pulau Kasiruta di sebelah barat. Sekarang desa Palamea sudah menjadi ibukota kecamatan Bacan Barat. Pembelian oleh orang singapura dengan harga kerikil bacan yang masa itu cukup tinggi menjadikan kerikil bacan sudah mulai dikenal di kalangan penggemar kerikil mancanegara.
Selesai kerusuhan, sekitar tahun 2005 kerikil bacan mulai banyak peminat. Pembeli yang sangat berminat dengan kerikil bacan ialah kalangan dari Suku Tionghoa. Mereka membeli kerikil bacan dengan warna hijau dan biru. Warna yang sangat digemari dan sangat mahal ialah warna hijau dan biru.
Batu bacan warna merah juga mereka cari tetapi sangat sulit didapatkan kerikil bacan warna merah. Mulai tahun 2009 hingga sekarang, pembeli suku Tionghoa dari Jakarta dan Luar Negeri tiba langsung membeli bongkahan kerikil bacan ke lokasi penambangan di pulau Kasiruta dengan harga yang sangat mahal hingga ratusan juta lebih. Sekarang ini, bongkahan kerikil bacan sudah sulit didapat.
Ada penambang kerikil bacan mencari kerikil bacan sanggup mendapat 1-2 minggu, ada juga selama berbulan-bulan tidak mendapat kerikil bacan di lokasi. Penambang kerikil bacan selain penduduk lokal, ada juga yang berasal dari Manado, tetapi mereka tidak bertahan usang alasannya ongkos hidup penggalian sangat besar dan medan/ lokasi penambangan sangat sulit. Ada penambang kerikil bacan yang meninggal jatuh korban karena tertimpa batu, tertimpa pohon, dan ada juga yang sakit.
Jenis Batu Bacan
Umumnya kerikil bacan ada 2 macam yaitu Bacan Dako dan bacan Palamea cara membedakannya yaitu bila kehijauan, berarti bacan doko, sedang kan warna kebiruan ialah bacan pala mea. Nama Palamea dan Doko sendiri ialah nama desa yang terdapat di pulau Kasiruta. Kedua desa tersebut mempunyai deposit kerikil bacan yang tidak mengecewakan banyak. Ada juga beberapa kawasan di pulau itu juga menghasilkan kerikil bacan ibarat desa Imbu-imbu dan desa Besori.
Muncul jenis yang lain yaitu kerikil bacan obi yang tidak mengalami perubahan warna hingga kapanpun. Sudah begitu kerikil obi lebih keras dari pada kerikil bacan yang gampang retak sesudah mencapai proses yang sempurnah. Yang lagi ramai di perbincangkan yaitu “King Obi” yang mempunyai kombinasi warna yang berbeda dari satu bongkahan batu. Sebagaimana warnah gelang di atas yang terdiri dari 3 warnah namun berasal dari 1 bongkahan batu. Unsur pembentuknya sangat bergantung pada warna dasar (unsur mineral pembentuknya), ibarat warna kuning dari mineral citrine, merah dari mineral limonite, dll. Semakin banyak mineral/unsur pengotor (nutrien), maka makin banyak warna yang terbentuk dalam satu bongkahan kerikil (merah, orange, kuning, ungu, putih dll). “King Obi” (Yellow King, Red King, Orange King dan White King) menjadi lebih mahal dari Bacan Palamea dan Doko untuk ukuran satu mata cincin. Nama “King Obi” khusus untuk permata kerikil bacan warna merah, kuning, orange dan putih kekuning-kuningan selain mempunyai tingkat kristal yang relatif tinggi, juga mempunyai star. Karena kekhasan/keunikannya tersebut, Nama “King Obi” diperkenalakan pertama kali oleh bapak Asmar H. Daud, seorang penemu, pengrajin sekaligus kolektor “king Obi” di Ternate, Maluku Utara.
Kegunaan Batu Bacan
Berbicara mengenai kegunaan kerikil mulia yang orisinil dimana semua kerikil mempunyai berbagai khasiat menciptakan orang terlihat mempesona namun dibalik itu terdapat juga khasiat dari kerikil mulia ini kalau dipandang dari segi spritual. Batu bacan dipercaya berguna untuk Membuka aura baik dalam diri kita, Pengasihan, Menolak balak, Berwibawa setiap orang menggunakan kerikil bacan.
Harga Batu Bacan
Seperti kerikil mulia lainnya, kerikil bacan ini juga mempunyai harga yang tidak sanggup ditafsir alasannya tergantung dari keadaan kerikil itu tersebut, alasannya bacan mengalami pemrosesan warna, dari buram ke warna bening. Semakin bening, semakin mahal harganya. Untuk ukuran 3 krat saja dihargai Rp 2 juta dan ukuran 50 krat Rp 15 juta. Mungkin dengan sedikit search dengan keyword harga kerikil bacan di google, anda akan menemukan specifik harga yang pas.
Semoga artikel perihal keunikan dan berharganya kerikil mulia ini sanggup mengobati ingin tau anda perihal kerikil bacan yang kami sanggup dari beberapa sumber.
Baca juga Benua Yang Hilang Selain Atlantis
referensi: /search?q=benua-yang-hilang-selain-atlantis/ /search?q=benua-yang-hilang-selain-atlantis/ /search?q=benua-yang-hilang-selain-atlantis/ /search?q=benua-yang-hilang-selain-atlantis/http://news.detik.com/read/2014/08/05/093341/2653330/10/2/dianggap-bernyawa-ini-keunikan-lain-yang-bikin-batu-bacan-diburu



Comments
Post a Comment