Konon, barang siapa melaksanakan ritual dengan rasa kepasrahan dan pengharapan yang tinggi maka akan terkabul permintaannya, terutama menyangkut duduk masalah kekayaan. Mitos seputar pesugihan Gunung kawi ini diyakini banyak orang, terutama oleh mereka yang sudah mencicipi "berkah" berziarah ke Gunung Kawi. Namun bagi kalangan rasionalis-positivis, hal ini merupakan isapan jempol belaka. Biasanya lonjakan pengunjung yang melaksanakan ritual terjadi pada hari Jumat Legi (hari pemakaman Eyang Jugo) dan tanggal 12 bulan Suro (memperingati wafatnya Eyang Sujo). Ritual dilakukan dengan meletakkan sesaji, memperabukan dupa, dan bersemedi selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan. Di dalam bangunan makam, pengunjung dilarang memikirkan sesuatu yang tidak baik serta disarankan untuk mandi keramas sebelum berdoa di depan makam. Hal ini memperlihatkan simbol bahwa pengunjung harus suci lahir dan batin sebelum berdoa. Selain pesarean sebagai fokus utama t...